Picture of Admin  Bedah Solo
hubungan pemberian propolis sebagai antioksidan terhadap angiogenesis (ekspresi CD4) dan ekspresi VEGF pada jaringan granulasi tikus jantan (Rattus norvegicus) model skin graft
by Admin Bedah Solo - Wednesday, 22 April 2020, 05:48 PM
 
ENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kulit merupakan lapisan utama yang berfungsi sebagai pelindung tubuh dari paparan lingkungan luar (Dreifke et al., 2015; Sorg et al., 2017). Lapisan ini sangat rawan terkena paparan dari lingkungan luar sehingga sangat mudah membentuk luka. Luka dapat didefinisikan sebagai kerusakan pada lapisan epitel atau jaringan lunak di sekitarnya yang disebabkan oleh kerusakan jaringan yang berlebih, keadaan patologis yang mendasari, dan kurangnya perfusi dan oksigenasi jaringan (Dunnill et al., 2015). Mekanisme penyembuhan suatu luka adalah penting bagi tubuh dikarenakan fungsi penutupan luka berfungsi untuk mencegah adanya kerusakan jaringan yang lebih lanjut atau kontaminasi jaringan yang terbuka oleh mikroorganisme patologis. (Sorg et al., 2017).
Proses penyembuhan luka terjadi melalui peran berbagai substansi seperti ROS, MDA, caspase 9, NFκβ, TGFβ dan VEGF. Gorlach et al., (2015) menyebutkan bahwa ROS memiliki keterkaitan dengan proses inflamasi. Produksi ROS berhubungan dengan ion kalsium. Ion kalsium yang tinggi dipercaya akan meningkatkan produksi ROS melalui peningkatan enzim yang terkait dalam produksi ROS serta meningkatkan produksi radikal bebas lainnya. Diduga bahwa interaksi ini memiliki keterkaitan dengan patofisiologi penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson dan Alzheimer dan bahkan kanker.
Efek ROS terhadap sinyal angiogenesis. Terdapat 2 mekanisme utama, yaitu ROS mempengaruhi angigenesis melalui jalur sinyal HIF-VEGF/VEGFR2 dan mekanisme independen VEGF dengan menghasilkan produk oksidasi lipid.(Kim and Byzova, 2014). TGFβ adalah faktor pertumbuhan yang memiliki berbagai fungsi di mana fungsi utamanya terletak dalam proses penyembuhan luka. TGFβ bekerja dengan cara memfasilitasi proses proliferasi dan migrasi sel, produksi matriks ekstraseluler, dan modulasi sistem imun. (Ganesh dan Massagué, 2018).TGFβ juga menyebabkan terjadinya penutupan luka melalui proses kontraksi melalui efeknya terhadap stimulasi fibroblas. Epitelisasi juga diperantarai oleh TGFβ melalui induksi migrasi keratinosit(Lichtman et al., 2016).
Nektar dan serbuk sari, bahan utama yang dikumpulkan oleh lebah madu, dirujuk oleh nama botani mereka. "Propolis" adalah istilah berorientasi lebah yang tidak memiliki derivasi botani. Lebah dapat menggunakan bahan yang berbeda untuk "pembuatan" propolis, dan bahan-bahan ini diproduksi di bagian tumbuhan yang berbeda. Ini adalah zat aktif yang disekresikan oleh tanaman dan Zat-zat yang keluar dari luka di tanaman: lipofilik bahan pada daun dan pucuk daun, lendir, gusi, resin, latices, dll. Pada suhu tinggi, propolis lunak, lentur, dan sangat lengket; Namun, ketika didinginkan dan terutama saat beku atau hampir beku, menjadi keras dan rapuh. Propolis menjadi cair pada 60 hingga 70 ° C, tetapi untuk beberapa sampel, titik lebur mungkin setinggi 100 ° C (Kumazawa et al, 2014).
Propolis disebutkan memiliki efek anti angiogenik selain dari anti bakterialnya. Propolis berikut dengan substansi herbal lain memang memiliki dampak positif atau sinergis dengan proses penyembuhan luka (Altiparmak et al., 2019). Penelitian oleh Juanez et al., (2019) membuktikan bahwa propolis memiliki efek antioksidan yang menghambat proses angiogenesis melalui modulasi faktor angiogenesis dan inflamasi. Melalui argumen inilah penulis memilih judul “Hubungan Pemberian Propolis Sebagai Antioksidan Terhadap Angiogenesis ( Ekspresi CD 34 ) Dan Ekspresi VEGF Pada Jaringan Granulasi Tikus Jantan (Rattus Norvegicus) Model Skin Graft”.


http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=480

Selamat malam,
Ijin menyampaikan jarkom ilmiah.
Diharap kehadiran seluruh residen bedah pada presentasi tugas ilmiah :

1. Nama : Hillan Akbar, dr.
Judul : Current management of open fracture

Pembimbing :
1. Rieva Ermawan, dr, Sp.OT(K)


Pada :
Hari/ Tanggal : Selasa, 31 Maret 2020
Jam : 10.00 WIB
Tempat : via zoom

Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Kepala Program Studi

Dr. dr. Kristanto Yuli Yarso, Sp.B(K)Onk
NIP. 19750731 2006041 001

Penanya Wajib :
1. Meily Anggreini, dr
2. Riza Setya Agrensa, dr
3. Satrio Sarwo Trengginas, dr

Fulltext:
https://mega.nz/#!j9VxTIBA!9BI41OmDavAnqGH3J9CL2z2SuoS13x8GrQ_wEyOgQ6U

Website:
http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=479