E-learning Bedah FK UNS

You are not logged in. (Login)

Skip Main MenuSkip Calendar

Calendar

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
  1 2 Today Wednesday, 3 June 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30     
Skip Online Users

Online Users

(last 5 minutes)
  • Guest User

Site news

Picture of dr Zico Paradigma
Perbandingan Boey dan PULP score dalam menilai mortalitas 30 hari post op pada pasien perforasi gaster di RSDM
by dr Zico Paradigma - Tuesday, 19 May 2020, 05:11 AM
 

Perforasi gaster merupakan komplikasi serius dari tukak lambung. Pasien dengan perforasi gaster memiliki gejala acute abdomen, serta memiliki risiko mortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi. Ciri khas dari perforasi gaster adalah onset mendadak/ nyeri perut dengan perburukan. Takikardi biasa terjadi apabila terdapat pengeluaran isi gastroduodenal dan nyeri hebat pada pasien. Nyeri perut dengan onset mendadak, takikardia, dan kaku perut merupakan trias klasik dari perforasi gaster. Pada umumnya, gejala yang dirasakan pasien tidak pernah benar-benar mereda walaupun sudah dilakukan penanganan umum, sehingga pasien harus segera mendapatkan penanganan medis khusus seperti pembedahan (Chung and Shelat, 2017).

Penelitian pada 269 pasien yang menjalani operasi perforasi gaster di Ankara Numune Training and Research Hospital Turki didapatkan angka komplikasi pasca operasi mencapai 65 (24.2%) pasien dan 23 (8.55%) pasien dinyatakan meninggal dunia. Pneumonia dan infeksi luka operasi menjadi komplikasi pasca operasi yang paling sering terjadi (Kocer et al., 2007).

Sedangkan studi observasional yang dilakukan pada 180 pasien di SMS Medical College and Hospital Jaipur India, didapatkan sebnanyak 79 (43.9%) pasien mengalami komplikasi pasca operasi. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi dada dan luka. Angka mortalitas pasca operasi mencapai 25 (13.9%) pasien, 17 di antaranya meninggal karena sepsis dan multi-organ failure, sedangkan 6 lainnya meninggal karena kebocoran beserta komplikasinya. Satu pasien mengalami acute myocardial infarction dan yang lainnya menderita komplikasi pernafasan pada periode pasca operasi (Agarwal et al., 2015).

Untuk melakukan manajemen pada pasien perforasi gaster dan meningkatkan angka kesembuhan, penting untuk mengelompokkan pasien ke dalam kategori yang berbeda berdasarkan kemungkinan morbiditas dan mortalitas, sehingga pasien berisiko tinggi dapat mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Beberapa penilaian risiko untuk memprediksi hasil pada pasien perforasi gaster telah dikembangkan.

Sistem penilaian Boey adalah salah satu penilaian risiko umum yang digunakan karena kesederhanaannya dan nilai prediktif yang tinggi untuk mortalitas pasien perforasi gaster (Lohsiriwat, Prapasrivorakul and Lohsiriwat, 2009). Skor Boey dihitung berdasarkan adanya syok, keterlambatan operasi >24 jam dan tingkat komorbiditas yang tinggi, seperti penyakit paru obstruktif kronik, gagal jantung dan kanker yang aktif (didefinisikan sebagai kanker dalam masa pengobatan kuratif atau kanker yang tidak dapat disembuhkan) (Thorsen, Søreide and Søreide, 2014).

Selain itu, skor Perforasi Ulkus Peptikum (PULP) juga telah diperkenalkan sebagai sistem penilaian untuk perforasi gaster dengan rentang nilai 0-18. Berdasarkan cut-off skor PULP, pasien dibagi menjadi kelompok risiko rendah yaitu ≤25% risiko mortalitas (skor 0-7) dan pasien risiko tinggi dengan >25% risiko mortalitas (skor 8-18) (Møller et al., 2012).

Dalam studi observasional yang dilakukan pada beberapa rumah sakit di Denmark, mortalitas 30 hari menjadi indikator pengukuran utama di penelitian tersebut. Beberapa studi umunya juga menggunakan pengukuran angka mortalitas 30 hari sebagai indikator utama yang didefinisikan dalam banyaknya jumlah pasien yang meninggal dunia sejak hari pertama pasca operasi hingga hari ke-30 (Buck, Vester-Andersen and Møller, 2012).

Pada penelitian ini kami ingin membandingkan penilaian risiko mortalitas 30 hari pasca operasi pada pasien perforasi gaster dengan menggunakan skoring Boey dan PULP. Sehingga dengan adanya penelitian ini, diharapkan mampu memberikan rekomendasi penentuan tipe skoring yang lebih akurat dalam manajemen pasien perforasi gaster.

https://mega.nz/file/C1tlRQ7B

Selamat malam,
Ijin menyampaikan jarkom ilmiah.
Diharap kehadiran seluruh residen bedah pada presentasi tugas ilmiah :

1. Nama : Muhammad Singgih Nugraha, dr.
Judul : Perbandingan Boey dan PULP score dalam menilai mortalitas 30 hari post op pada pasien perforasi gaster di RSDM

Pembimbing :
1. Dr. Ida Bagus Budhi SA , dr, Sp.B(K)BD, M. Kes
2. Dr. Widyanti Soewoto, dr, Sp.B(K)Onk


Pada :
Hari/ Tanggal : Rabu, 20 Mei 2020
Jam : 09.00 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Bedah Anggrek 4

Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Kepala Program Studi

Dr. dr. Kristanto Yuli Yarso, Sp.B(K)Onk
NIP. 19750731 2006041 001

Penanya Wajib :
1.
2.
3.
Picture of dr Zico Paradigma
Nutrisi Perioperatif(Tinjauan Pustaka)
by dr Zico Paradigma - Wednesday, 20 November 2019, 07:33 AM
 
Organisasi Kesehatan Dunia mengutip malnutrisi sebagai ancaman tunggal terbesar bagi kesehatan masyarakat dunia. Memang, prevalensi pelaporan pasien malnutrisi di rumah sakit dalam rentang penerimaan naik hingga 50%. Bukti Peningkatan telah terakumulasi selama beberapa tahun terakhir bahwa skrining gizi dan terapi merupakan tambahan penting dalam perawatan bedah modern karena sampai dengan 40% dari pasien berada pada risiko gizi preoperasi. Pada periode perioperatif, tujuan pemberian nutrisi yang utama adalah untuk mengevaluasi kondisi pasien mengenai malnutrisi yang ada sebelumnya, mengobati malnutrisi untuk optimatisasi kesiapan operasi,meminimalisir kelaparan, mencegah malnutrisi post operasi, dan mendukung anabolisme untuk penyembuhan.


FullText:
https://mega.nz/#!fokTFaxZ!AgmLlOnj4j6zbhn0Rgr3idsZRPVKH8CKtC-fN3Mmxjk

Website:
http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=467

Nama : Estiarla, dr.
Nim : s561802005
Judul : Nutrisi Perioperatif(Tinjauan Pustaka)
Pembimbing: Dr. Ida Bagus Budhi, dr, SpB(K)BD

Pada :
Hari/ Tanggal : Kamis, 21 November 2019
Jam : 09.00 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Bedah Anggrek IV

Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Kepala Program Studi

Dr. Kristanto Yuli Yarsa, Sp.B(K)Onk
NIP. 19750731 2006041 001

Penanya Wajib :
1. Meirisa Ardianti, dr.
2. Fajar Ardi, dr.
3. M. Haryadi Kurniawan, dr.


Picture of dr Zico Paradigma
RFA pada Varises Trunkal
by dr Zico Paradigma - Thursday, 31 October 2019, 11:19 AM
 

Vena varikosa merupakan suatu kondisi dilatasi vena superfisial yang menonjol dan berliku-liku pada ekstremitas atas dan bawah. Kondisi ini merupakan masalah yang umum terjadi pada 25% perempuan dan 15% laki-laki[1]. Pada vena varikosa, terjadi gangguan struktur dan fungsi katup vena, peningkatan tekanan pada pembuluh vena, atau kelemahan dinding vena bagian dalam. Peningkatan tekanan intralumen paling sering disebabkan oleh kondisi insufiiensi vena dengan adanya refluks yang melewati katup vena yang inkompeten baik terjadi pada vena profunda maupun vena superfisial.


Full Text:

https://mega.nz/#!20lUEKJQ!BZ0ZNP7JLhqDCnufjEBLclkU3RG3_u2lVsJebputpKY

Website:

http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=463

Nama : Siwi Bagus. A, dr.
NIM : S561808006
Judul : RFA pada varises trunkal (tinjauan pustaka)

Pembimbing:
1. Darmawan Ismail, dr, Sp.BTKV

Pada :
Hari/ Tanggal : Jumat, 31 Oktober 2019
Jam : 09.00 WIB (setelah cc)
Tempat : Ruang Pertemuan Bedah Anggrek IV

Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Kepala Program Studi

Dr. Kristanto Yuli Yarsa, Sp.B(K)Onk
NIP. 19750731 2006041 001

Penanya Wajib :
1.

Picture of dr Zico Paradigma
Hubungan Reseptor Esterogen, Reseptor Progesteron dan Ekspresi HER-2/ Neu dengan Grading Histopatologi Pada Pasien Kanker Payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta
by dr Zico Paradigma - Tuesday, 13 August 2019, 07:22 AM
 
Salah satu kanker yang sering terjadi, bahkan memiliki angka kejadian yang tinggi pada wanita adalah kanker payudara pada hampir disemua negara. Dimana, kejadian kasus baru setiap tahun mencapai angka 1,7 juta dan merupakan 25% dari semua jenis kanker. Tingkat kejadian kanker payudara tertinggi di Eropa Barat mencapai 89,7 per 100.000 dan terendah di Afrika Timur mencapai 19,4 per 100.000 orang. Pada tahun 2012, 228.926 kematian terjadi akibat kanker payudara di Asia. Jumlah kematian tertinggi terjadi di India, (70.218 kasus), China (47.984 kasus), Indonesia (19.750 kasus), Pakistan (16.232 kasus), dan Jepang (13.801 kasus). Sebanyak 167.985 kasus (73,4%) kematian terjadi hanya di lima negara (Ghoncheh et al., 2016).

Full Text:
https://mega.nz/#!f80R0IpY!9rApYS4uoyriYIARWSTBPhlUG8vSKJ0hbvwHe0JYUUc

Website:
http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=416

Nama: Warjianto, dr
NIM: S561302008
Judul: Hubungan Reseptor Esterogen, Reseptor Progesteron dan Ekspresi HER-2/ Neu dengan Grading Histopatologi Pada Pasien Kanker Payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta

Pembimbing:
1. Widyanti Soewoto, dr., SpB(K)Onk
2. Dr. Untung Alifianto, dr., Sp.BS
3. Dr. Hari Wujoso, dr. SpF, MM

Penguji:
1. Joko Purnomo, dr. Sp.B(K)Onk
2. Amru Sungkar, dr. Sp.B, Sp BP-RE
3. Dewi Haryanti Kurniasih, dr. Sp.BP-RE

Pada:
Hari/Tanggal: Rabu, 14 Agustus 2019
Jam: 09.00 WIB
Tempat: Ruang Pertemuan Bedah Anggrek IV

Penanya wajib :
1. Marthin Panggabean, dr
2. Rizka Vinka Septiani,dr
3. Amriansyah Pranowo,dr
Picture of dr Zico Paradigma
perubahan kadar protein S100B pada pasien Cidera Otak Ringan (COR) selama perawatan
by dr Zico Paradigma - Monday, 12 August 2019, 03:12 PM
 
Cidera otak ringan / mild traumatic brain injury merupakan kondisi patofisiologis pasca trauma yang meliputi berbagai aspek karakterstik tertentu. Berdasarkan definisi dari American Congress of Rehabilitation Medicine (ACRM), cidera otak ringan merupakan gangguan fisiologi dari otak yang diinduksi oleh proses trauma, yang disertai oleh satu dari berbagai kondisi berikut : i) adanya penurunan kesadaran pasca trauma, adanya amnesia baik sesaat atau beberapa waktu pasca trauma, adanya perubahan status mental pasca trauma (disorientasi), serta adanya defisit neurologis yang dapat / tidak bersifat transient, dimana kategori ringan dibatasi pada kriteria berikut : tingkat kesadaran berdasarkan glasgow coma scale (GCS) tidak kurang dari 13 dalam 30 menit pasca trauma serta post traumatic amnesia (PTA) tidak lebih dari 24 jam (Prince, et al., 2017).


Full Text:
https://mega.nz/#!7okwzCha!u0lz5x15H0WQtL7EMG0a-esvNwKPwy8FPULqxbhkHIU

Website:
http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=415

Nama : Affan, dr.
NIM : S561508001
Judul : perubahan kadar protein S100B pada pasien Cidera Otak Ringan (COR) selama perawatan

Pembimbing:
1. Dr. Untung Alifianto, dr, Sp. BS
2. Ferry Wijanarko, dr., SpBS
3. Dr. Hari Wujoso, dr, SpF, MM

Penguji:
1. Hanis Setiyono, dr, Sp.BS
2. Agus Rahardjo, dr, SpB (K) BD
3. Joko Purnomo, dr, Sp.B (K) Onk

Pada :
Hari/ Tanggal : Selasa, 13 Agustus 2019
Jam : 09.00 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Bedah Anggrek IV

Penanya Wajib :
1. Syarifah Deby Mulya, dr.
2. Ricky Dwi Nur T, dr.
3. Muhammad Muammar dr.

Skip LoginSkip Latest News

Latest News

  • 19 May, 05:11
    dr Zico Paradigma
    Perbandingan Boey dan PULP score dalam menilai mortalitas 30 hari post op pada pasien perforasi gaster di RSDM more...
  • 20 Nov, 07:33
    dr Zico Paradigma
    Nutrisi Perioperatif(Tinjauan Pustaka) more...
  • 31 Oct, 11:19
    dr Zico Paradigma
    RFA pada Varises Trunkal more...
  • 13 Aug, 07:22
    dr Zico Paradigma
    Hubungan Reseptor Esterogen, Reseptor Progesteron dan Ekspresi HER-2/ Neu dengan Grading Histopatologi Pada Pasien Kanker Payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta more...
  • 12 Aug, 15:12
    dr Zico Paradigma
    perubahan kadar protein S100B pada pasien Cidera Otak Ringan (COR) selama perawatan more...
Skip Recent ActivitySkip Visitor

Visitor

Flag Counter