E-learning Bedah FK UNS

You are not logged in. (Login)

Skip Main MenuSkip Calendar

Calendar

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 Today Thursday, 20 September 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30       
Skip Online Users

Online Users

(last 5 minutes)
None

Site news

Picture of dr Zico Paradigma
Mastopexy in Management of Gynecomastia in Kallman Syndrome (Case Report)
by dr Zico Paradigma - Sunday, 2 September 2018, 08:54 AM
 
Gynaecomastia is defined as a benign enlargement of the male breast. It is a common condition, with a prevalence in young patients as high as 38%. The condition may be caused by an increase in the effective oestrogen–testosterone ratio, which can be either physiological or pathological. In most cases of physiological gynaecomastia reassurance is all that is needed. Treatment of any underlying cause is important, but may fail to resolve the breast development, especially if it has been present for some time. Specific treatment of the enlarged breast is indicated if the gynaecomastia causes sufficient pain, embarrassment or emotional discomfort to interfere with the patient’s daily life. The two treatment options are medical therapy and surgical removal. Medical therapy is probably most effective during the active proliferative phase of gynaecomastia. Danazol, clomiphene, testolactone and tamoxifen have been used. If a trial period of medical therapy is unsuccessful or if the gynaecomastia has been present for several years and is bothersome to the patient, then the breast glandular tissue should be removed surgically.

Link fulltext:
https://mega.nz/#!m9FUhApJ!LKLzOP1F_vViXHhsKV-v9zqE99D9YUSCj0BspQBKgUE

Website:
http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=343

Nama         : Danar Widyatmoko, dr
Judul          : Mastopexy in Management of Gynecomastia in Kallman Syndrome (Case Report)

Pembimbing :
Dr. Kristanto Yuli Yarsa, dr., SpB(K)Onk

Pada
Hari/Tanggal : Senin, 03 September 2018
Jam                 : 08.30 WIB
Tempat           : Ruang Pertemuan Bedah Anggrek IV

Penanya Wajib :
1. Tegoeh Winandar, dr
2. Alfian Fahmi, dr
3. Bagus Aris Madani, dr
Picture of dr Zico Paradigma
Hemangioma Regio Submandibula (Case Report)
by dr Zico Paradigma - Thursday, 30 August 2018, 03:50 AM
 
Hemangioma merupakan proliferasi abnormal dari pembuluh darah yang dapat terjadi pada semua jaringan yang mempunyai pembuluh darah dan merupakan tumor pada jaringan lunak yang paling sering terjadi pada anak-anak, dimana angka kejadiannya mencapai 5-10 persen pada anak-anak berumur satu tahun. Meskipun dilihat dari jumlah kejadian hemangioma yang cukup besar pada anak-anak, tapi patogenesisnya tidak sepenuhnya diketahui, dan penanganan atau terapi yang tepat pada hemangioma masih kontroversial (1).

Link fulltext:
https://mega.nz/#!z4F0HQ4S!za6mlFpPvqutVbopzbwGSa1qXnLF_u80cMH85fNFEnc

Website:
http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=342

Nama         : Hanum Faeni., dr
Judul          : Hemangioma Regio Submandibula (Case Report)

Pembimbing :
Hengky Agung Nugroho, dr., SpB(K)Onk

Hari/Tanggal : Jum’at, 31 Agustus 2018
Jam                 : 08.30 WIB
Tempat           : Ruang Pertemuan Bedah Anggrek IV

Penanya Wajib :
1. Ricky Dwi Nur T, dr
2. Imam Hafidh Zaini, dr
3. Ibnu Yudistiro, dr
Picture of dr Zico Paradigma
Perbandingan Pemakaian Nanocrystalline Acticoat TM Dressing Pada Area Donor Split Thickness Skin Graft Dibandingkan Hydrofiber Aquacell AG Dressing
by dr Zico Paradigma - Sunday, 19 August 2018, 12:47 PM
 
Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis kulit normal akibat proses patologis yang berasal dari internal dan eksternal dan mengenai organ tertentu (Helfman, 2014). Respon tubuh terhadap berbagai cidera berhubungan dengan proses pemulihan yang kompleks dan dinamis yang menghasilkan pemulihan anatomi dan fungsi yang disebut penyembuhan luka (Demling, 2010). Proses penyembuhan luka melalui 4 fase. Fase hemostasis, fase inflamasi, fase proliferasi dan fase maturasi/remodelling. Fase-fase tersebut dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik (Deepak et all, 2011). Perawatan luka telah mengalami perkembangan sangat pesat terutama dalam dua dekade terakhir, ditunjang dengan kemajuan teknologi kesehatan (Casey, 2011).

Linkfulltext:
https://mega.nz/#!219ERYpZ!9IyrFoH9UySjA7hy3EHqFIpFU8HTDxD6HQovP5iPtSc

Website :
http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=341#p426


Nama : Herendra Midirhiza, dr
Judul : Perbandingan Pemakaian Nanocrystalline Acticoat TM Dressing Pada Area Donor Split Thickness Skin Graft Dibandingkan Hydrofiber Aquacell AG Dressing

Pembimbing :
1. Amru Sungkar, dr, SpB, SpBP-RE
2. Dr. Untung Alifianti, dr, SpBS

Penguji :
1. Dewi Haryanti Kurniasih, dr, SpB, SpBP-RE
2. Dr. Ida Bagus Budhi SA, dr, Sp.B(K)BD, MKes
3. Joko Purnomo, dr, SpB(K)Onk

Pada
Hari/Tanggal : Selasa, 21 Agustus 2018
Jam : 08.00 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Bedah Anggrek IV
Penanya Wajib :
1. Rakhman Wahyudi Mulyo,dr
2. Fajar Triwibawa, dr
3. Danar Widyatmoko, dr

Picture of dr Zico Paradigma
Tuberculosis Extrapulmonary (Spondylitis dan Peritonitis Tuberculosis)
by dr Zico Paradigma - Wednesday, 8 August 2018, 08:17 AM
 
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting didunia ini. Pada Tahun 1992, World Health Organization (WHO) telah mencanangkan TB sebagai Global Emergency. Berdasarkan letak anatomi penyakit, TB terbagi atas 2 jenis yaitu TB paru dan TB ekstraparu. TB paru adalah kasus TB yang mengenai parenkim paru. Sedangkan TB ekstraparu adalah kasus TB yang mengenai organ lain selain paru seperti pleura, kelenjar getah bening, abdomen, traktus genitounarius, kulit, sendi, tulang dan selaput otak.1
Tuberkulosis Ekstra Paru (TBEP) adalah tuberkulosis yang menyerang organ lain di luar paru, dengan berdasarkan pemeriksaan secara mikrobiologi dalam suatu sediaan dapat ditemukannya kuman Mycobacterium tuberculosis di organ lain selain paru. Kuman Tuberkulosis tersebut dapat menyerang organ lain selain paru seperti: vertebra, pleura, selaput otak, perikardium, kelenjar limfe, tulang, persendian, kulit, jaringan dibawah kulit (abses), usus, ginjal, saluran kemih, alat kelamin, mata, adrenal dan lain lain11. Diantara kejadian tb ekstrapulmoner yang tersering diantaranya adalah peritonitis TB dan spondylitis TB.1,2
Link Mega:
https://mega.nz/#!2scUUCID!l58eMCWJCK7H7YRBNkOjr2Q1r8yfCm2U4SGSM8qZaLU

Jarkom ilmiah

Selamat Siang
Ijin menyampaikan jarkom ilmiah.
Diharap kehadiran seluruh residen bedah pada presentasi :

Nama : Ibnu Yudistiro, dr
Judul :
Tuberculosis Extrapulmonary (Spondylitis dan Peritonitis Tuberculosis)

Pembimbing :
Agus Rahardjo, dr., SpB (K) BD

Pada
Hari/Tanggal : Kamis, 9 Agustus 2018
Jam : 07.30 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Bedah Anggrek IV

Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Kepala Program Studi 

Amru Sungkar, dr, SpB, SpBP-RE
NIP. 19640101 198910 1 003


Penanya Wajib :
1. Muhammad Singgih, dr
2. Muhammad Muammar, dr
3. Amriansyah Pranowo, dr
Picture of dr Zico Paradigma
degloving
by dr Zico Paradigma - Tuesday, 7 August 2018, 11:06 AM
 

BAB I

LAPORAN KASUS

A.  Identitas

Nama : Ny. S
Umur : 60 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Mojolaban Sukoharjo

Tidak CM : 01402571

B.  Anamnesi s

Keluhan Utama

Nyeri pada kepala

Riwayat Penyakit Sekarang:

Satu jam SMRS saat pasien datang sedang bekerja di datang tiba-tiba rambut pasien kulit dan terkelupas. Pingsan (-), muntah (-), kejang (-). Setelah kejadian pasien di bawa ke RS PKU Karanganyar. Pasien diinfus, diinjeksi obat- obatan dan luka dibersihkan. Karena keterbatasan sarana pasien memesan ke RSDM.

B. Survei primer

A: bersih

B: I: penataan ulang dada kanan = kiri, RR = 20x / menit

P: krepitasi (- / -)

P: sonor / sonor

A: SDV (+ / +)

C: TD: 130/80 mmHg. HR: 98 x / menit

D: GCS E4V5M6, pupil isokor (3mm / 3mm), reflek cahaya (+ / +)

E: T: 36,5 O C

C.  Survei sekunder

Status Generalis

Sebuah.  Kulit:

Warna coklat sawo matang, tidak ikterik, tidak pucat, tampak tinea vesikolor tidak merata, tidak tampak ada tanda peradangan, tugor kuit baik.

b.  Kepala : Lihat status lokalis

c.  Pemeriksaan Paru

1.  Inspeksi : Simetris kanan dan kiri, tidak ada deformitas, tidak ada ketinggalan gerak, tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada jejas.

2.  Palpasi : Fokal fremitus seimbang antara paru-paru kanan dan kiri, tidak ada krepitasi, dan tidak ada nyeri tekan pada dada.

3.  Perkusi : Seluruh lapang paru sonor, batas atas hepar SIC VI midclavicula kanan.

4.  Auskultasi : Suara dasar paru vesikuler meningkat, tidak ada penambahan paru.


Skip LoginSkip Latest News

Latest News

  • 2 Sep, 08:54
    dr Zico Paradigma
    Mastopexy in Management of Gynecomastia in Kallman Syndrome (Case Report) more...
  • 30 Aug, 03:50
    dr Zico Paradigma
    Hemangioma Regio Submandibula (Case Report) more...
  • 19 Aug, 12:47
    dr Zico Paradigma
    Perbandingan Pemakaian Nanocrystalline Acticoat TM Dressing Pada Area Donor Split Thickness Skin Graft Dibandingkan Hydrofiber Aquacell AG Dressing more...
  • 8 Aug, 08:17
    dr Zico Paradigma
    Tuberculosis Extrapulmonary (Spondylitis dan Peritonitis Tuberculosis) more...
  • 7 Aug, 11:06
    dr Zico Paradigma
    degloving more...
Skip Recent Activity

Recent Activity

Activity since Tuesday, 18 September 2018, 11:53 PM

Nothing new since your last login

Skip Visitor

Visitor

Flag Counter