E-learning Bedah FK UNS

You are not logged in. (Login)

Skip Main MenuSkip Calendar

Calendar

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 Today Wednesday, 15 August 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Skip Online Users

Online Users

(last 5 minutes)
None

Site news

Picture of dr Zico Paradigma
Tuberculosis Extrapulmonary (Spondylitis dan Peritonitis Tuberculosis)
by dr Zico Paradigma - Wednesday, 8 August 2018, 08:17 AM
 
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting didunia ini. Pada Tahun 1992, World Health Organization (WHO) telah mencanangkan TB sebagai Global Emergency. Berdasarkan letak anatomi penyakit, TB terbagi atas 2 jenis yaitu TB paru dan TB ekstraparu. TB paru adalah kasus TB yang mengenai parenkim paru. Sedangkan TB ekstraparu adalah kasus TB yang mengenai organ lain selain paru seperti pleura, kelenjar getah bening, abdomen, traktus genitounarius, kulit, sendi, tulang dan selaput otak.1
Tuberkulosis Ekstra Paru (TBEP) adalah tuberkulosis yang menyerang organ lain di luar paru, dengan berdasarkan pemeriksaan secara mikrobiologi dalam suatu sediaan dapat ditemukannya kuman Mycobacterium tuberculosis di organ lain selain paru. Kuman Tuberkulosis tersebut dapat menyerang organ lain selain paru seperti: vertebra, pleura, selaput otak, perikardium, kelenjar limfe, tulang, persendian, kulit, jaringan dibawah kulit (abses), usus, ginjal, saluran kemih, alat kelamin, mata, adrenal dan lain lain11. Diantara kejadian tb ekstrapulmoner yang tersering diantaranya adalah peritonitis TB dan spondylitis TB.1,2
Link Mega:
https://mega.nz/#!2scUUCID!l58eMCWJCK7H7YRBNkOjr2Q1r8yfCm2U4SGSM8qZaLU

Jarkom ilmiah

Selamat Siang
Ijin menyampaikan jarkom ilmiah.
Diharap kehadiran seluruh residen bedah pada presentasi :

Nama : Ibnu Yudistiro, dr
Judul :
Tuberculosis Extrapulmonary (Spondylitis dan Peritonitis Tuberculosis)

Pembimbing :
Agus Rahardjo, dr., SpB (K) BD

Pada
Hari/Tanggal : Kamis, 9 Agustus 2018
Jam : 07.30 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Bedah Anggrek IV

Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Kepala Program Studi 

Amru Sungkar, dr, SpB, SpBP-RE
NIP. 19640101 198910 1 003


Penanya Wajib :
1. Muhammad Singgih, dr
2. Muhammad Muammar, dr
3. Amriansyah Pranowo, dr
Picture of dr Zico Paradigma
degloving
by dr Zico Paradigma - Tuesday, 7 August 2018, 11:06 AM
 

BAB I

LAPORAN KASUS

A.  Identitas

Nama : Ny. S
Umur : 60 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Mojolaban Sukoharjo

Tidak CM : 01402571

B.  Anamnesi s

Keluhan Utama

Nyeri pada kepala

Riwayat Penyakit Sekarang:

Satu jam SMRS saat pasien datang sedang bekerja di datang tiba-tiba rambut pasien kulit dan terkelupas. Pingsan (-), muntah (-), kejang (-). Setelah kejadian pasien di bawa ke RS PKU Karanganyar. Pasien diinfus, diinjeksi obat- obatan dan luka dibersihkan. Karena keterbatasan sarana pasien memesan ke RSDM.

B. Survei primer

A: bersih

B: I: penataan ulang dada kanan = kiri, RR = 20x / menit

P: krepitasi (- / -)

P: sonor / sonor

A: SDV (+ / +)

C: TD: 130/80 mmHg. HR: 98 x / menit

D: GCS E4V5M6, pupil isokor (3mm / 3mm), reflek cahaya (+ / +)

E: T: 36,5 O C

C.  Survei sekunder

Status Generalis

Sebuah.  Kulit:

Warna coklat sawo matang, tidak ikterik, tidak pucat, tampak tinea vesikolor tidak merata, tidak tampak ada tanda peradangan, tugor kuit baik.

b.  Kepala : Lihat status lokalis

c.  Pemeriksaan Paru

1.  Inspeksi : Simetris kanan dan kiri, tidak ada deformitas, tidak ada ketinggalan gerak, tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada jejas.

2.  Palpasi : Fokal fremitus seimbang antara paru-paru kanan dan kiri, tidak ada krepitasi, dan tidak ada nyeri tekan pada dada.

3.  Perkusi : Seluruh lapang paru sonor, batas atas hepar SIC VI midclavicula kanan.

4.  Auskultasi : Suara dasar paru vesikuler meningkat, tidak ada penambahan paru.

Picture of dr Zico Paradigma
PAIRED ABDOMINAL FLAPS AS A RECONSTRUCTION TECHNIQUE AOFT TISSUE COVERAGE FOR SKIN LOSS OF 3rd AND 4th RIGHT FINGERS DUE TO DEGLOVING TRAUMA (CASE REPORT)
by dr Zico Paradigma - Wednesday, 1 August 2018, 11:55 AM
 
link Fulltext :
https://mega.nz/#!vhsjmRoQ!Mqut4P5IoeGAt7vcemeDpgHe7_wxuS8cwJAQE-ssyT4

Website :
http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=334

Nama : M Syaifullah N, dr
Judul : Paired Abdominal Flaps As a reconstruction Technique Soft Tissue Coverage for skin loss of 3rd and 4th right Fingers due to degloving trauma (A case Report)
Pembimbing : Amru Sungkar, dr, SpB, SpBP-RE

Pada
Hari/Tanggal : Kamis, 2 Agustus 2018
Jam : 07.00 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Bedah Anggrek IV

Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Kepala Program Studi

Amru Sungkar, dr, SpB, SpBP-RE
NIP. 19640101 198910 1 003


Penanya Wajib :
1. Megasiwi, dr
2. Justicia Andhika, dr
3. Saddal Qous, dr
Picture of dr Zico Paradigma
PERBEDAANPEMBERIAN ANALGETIK KETOPROFENSUPPOSITORIA DAN KETOPROFEN INJEKSI INTRAVENA TERHADAP RASA NYERI PADA PASIEN PASCAHEMOROIDEKTOMI WHITEHEAD
by dr Zico Paradigma - Tuesday, 31 July 2018, 05:29 AM
 
A. Latar Belakang
​Dewasa ini bebas nyeri sudah menjadi hak asasi manusia, sehingga dokter harus mampu mengelola apapun penyebabnya,terutama nyeri pasca pembedahan, namun pengelolaan nyeri belum optimal dan sering diabaikan.Diperkirakan setengah dari prosedur pembedahan, penanganan nyeri tidak ditangani secara adekuat.Sekitar 80% pasien yang menjalani pembedahan mengalami nyeri akut pasca bedah.40 % pasien mengalami nyeri sedang dan berat selama 24 jam pertama pasca operasi (Apfelbaum, 2003).
​Hemoroid merupakan pelebaran pembuluh darah pada kanalis analis sejak berabad-abad yang lalu dan menjadibagian dari bedah kolorektal.Hemoroidektomi merupakan penatalaksanaan hemoroid (grade III dan grade IV atau setelah pengobatan non operatif tidak efektif)yang paling efektif dan sering kali menyebabkan nyeri pasca pembedahan (Goligher et al, 2009).Kelemahan operasi hemoroidektomi adalah nyeri pasca pembedahan, walaupun hal tersebut tidak mengancam nyawa, tetapi secara signifikan mengganggu kenyamanan pasien.
​Penggunaan obat secara suppositoria dengan efek lokal atau sistemik merupakan modalitas utama pengobatan.Penggunaan yang mudah dan penyerapan yang cepat adalah dua keuntungan utama dari pilihan terapi ini (Zakharash et al, 2005).
​Analgesik non-opioid efektif dalam pengobatan rasa sakit ringan dan sedang pada pasien (Marton, 1999).Obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) tidak hanya memberikan efek analgesia yang baik tetapi juga mengurangi konsumsi obat opioid dan efek samping, seperti mual dan muntah (Kokki et al, 1999).Ketoprofen adalah turunan dari asam propionat dan merupakan NSAID yang sering digunakan pada orang dewasa di banyak negara.Efikasi dan keamanan ketoprofen intravena juga telah terbukti pada pasien (Nikanne, 1999) (Kokki et al, 1997).
​Analgesik oral mungkin tidak diserap dengan baik, oleh karena itu injeksi intravena dan suppositoria biasanya menjadi pilihan namun rute-rute pemberian ini belum dibandingkan secara klinis (Tramer, 1998). Penelitian yang dilakukan Kokki et al (1999) pada 123pasien pasca adenoidektomi pada anak-anak secara acak pemberian ketoprofen secara suppositoria dengan plasebo intravena, ketoprofen intravena dengan plasebo suppositoria, serta keduanya dengan plasebo intravena dan suppositoriamenunjukkan hasil tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok ketoprofen. Studi lainmenunjukkan bahwa 73-93% ketoprofen diabosrbsi setelah pemberian suppositoria(Mortonet al, 1999).
Picture of dr Zico Paradigma
Diagnostic Laparascopy and Angiography - Followed Haemangioma Excision Using Bipolar Diathermi as a Comprehensive Treatment To Minimize Bleeding Intraoperative
by dr Zico Paradigma - Saturday, 28 July 2018, 07:05 PM
 

Diagnostic Laparascopy and Angiography - Followed Haemangioma Excision Using Bipolar Diathermi as a Comprehensive Treatment To Minimize Bleeding Intraoperative


Hemangiomas are benign vascular tumors with complication of giant hemangioma. It is reported 60% is occurred in cervico-facial region and 1% in abdominal wall. Hemangioma could be clinically diagnosed on physical examination and patient’s history. Although medications are the most common therapy, but surgery could replace to achieve better outcome in severe case of hemangioma.

Link Fulltext :

https://mega.nz/fm/To1SkYqJ




Skip LoginSkip Latest News

Latest News

  • 8 Aug, 08:17
    dr Zico Paradigma
    Tuberculosis Extrapulmonary (Spondylitis dan Peritonitis Tuberculosis) more...
  • 7 Aug, 11:06
    dr Zico Paradigma
    degloving more...
  • 1 Aug, 11:55
    dr Zico Paradigma
    PAIRED ABDOMINAL FLAPS AS A RECONSTRUCTION TECHNIQUE AOFT TISSUE COVERAGE FOR SKIN LOSS OF 3rd AND 4th RIGHT FINGERS DUE TO DEGLOVING TRAUMA (CASE REPORT) more...
  • 31 Jul, 05:29
    dr Zico Paradigma
    PERBEDAANPEMBERIAN ANALGETIK KETOPROFENSUPPOSITORIA DAN KETOPROFEN INJEKSI INTRAVENA TERHADAP RASA NYERI PADA PASIEN PASCAHEMOROIDEKTOMI WHITEHEAD more...
  • 28 Jul, 19:05
    dr Zico Paradigma
    Diagnostic Laparascopy and Angiography - Followed Haemangioma Excision Using Bipolar Diathermi as a Comprehensive Treatment To Minimize Bleeding Intraoperative more...
Skip Recent Activity

Recent Activity

Activity since Monday, 13 August 2018, 11:23 AM

Nothing new since your last login

Skip Visitor

Visitor

Flag Counter