Picture of Dr Andi Fittrani
Retrospektif prosedur fusi spinal di RSDM tahun 2013-2014
by Dr Andi Fittrani - Friday, 20 May 2016, 04:07 PM
 
Fusi spinal mulai dikenalkan oleh Hibbs dan Albee tahun 1911 dalam  sebuah jurnal yang menjelaskan tentang penatalaksanaaan penanganan spondylitis tuberculosis. Sekarang setelah lebih dari 100 tahun hal ini masih sebagai prosedur utama dalam penanganan  infeksi, fraktur, kelainan kongenital, degeneratif, dan penyakit arthritis pada spinal.(Goerge W.2012)
Fusi spinal  atau  penggabungan  tulang belakang digunakan terutama untuk mengeliminasi  nyeri  dan gangguan motorik yang disebabkan oleh gerak abnormal dari vertebrae, dengan  mengimobilisasikan vertebrae yang bermasalah. Kasus yang paling sering dilakukan fusi spinal adalah kasus pada vertebrae yang mengalami degeneratif  seperti kanal stenosis, selain itu fusi vertebrae juga digunakan  pada kasus deformitas vertebrae seperti skoilosis dan kyphosis.(Ebrahem, 2000)
Penyakit yang berhubungan dengan gangguan bentuk anatomi dari penyusun spinal akan menyebabkan gangguan pada sistem persarafan yang melalui jalur dari spinal tersebut.  Salah satu dari penanganannya adalah dengan melakukan operasi  fusi spinal. Data di Amerika Serikat menunjukan bahwa operasi fusi spinal antara tahun 1990 sampai 2001 mengalami peningkatan sebesar 220% kasus. Sedangkan di Inggris pada tahun 2009-2010 didapatkan sebanyak 4036 pasien mengalami fusi spinal, hal ini   terjadi  peningkatan 14% dari jumlah tahun sebelumnya (3540 pasien).
Prosedur fusi spinal merupakan salah satu pelayanan  bagian bedah syaraf  Rumah Sakit  dr. Moewardi. Sedangkan di RSUD dr. Moewardi  Surakarta belum ada penelitian tentang  prosedur fusi spinal. Penelitian  ini akan  memaparkan tentang  gambaran fusi spinal yang terjadi di Rumah Sakit dr. Moewardi. 

Picture of Dr Anton Sutopo
Re: Retrospektif prosedur fusi spinal di RSDM tahun 2013-2014
by Dr Anton Sutopo - Sunday, 21 August 2016, 02:24 AM
 
apakah ada risiko komplikasi pasca-operasi fusi spinal?