Picture of muhammad eko andaru
Hepatoma
by muhammad eko andaru - Tuesday, 26 April 2016, 02:50 AM
 

HEPATOMA

 

I. PENDAHULUAN

 Hepatoma merupakan tumor ganas primer di hati yang berasal dari sel parenkim atau epitel saluran empedu. Yang pertama (dikenal sebagai karsinoma hepatoseluler) merupakan 80-90% keganasan hati primer, yang terakhir disebut sebagai kolangiokarsinoma. Sekitar 75% penderita karsinoma hepatoselular mengalami sirosis hati, terutama tipe alkoholik dan pasca nekrotik. Pedoman diagnostik yang paling penting adalah memburuknya penyakit pasien sirosis yang tidak diketahui sebabnya dan pembesaran hati dalam waktu cepat. 1,2

            Hepatoma primer secara histologis dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: 3

1. Karsinoma hepatoselular, hepatoma primer yang berasal dari sel hepatosit

2. Karsinoma kolangioselular, hepatoma primer yang berasal dari epitel saluran empedu intrahepatik

3. Karsinoma campuran hepatoselular dan kolangioselular.

 

II. EPIDEMIOLOGI

Hepatoma meliputi 5,6% dari seluruh kasus kanker pada manusia serta menempati peringkat kelima pada laki-laki dan kesembilan pada perempuan sebagai kanker yang paling sering terjadi di dunia, dan urutan ketiga dari kanker system saluran cerna setelah kanker kolorektal dan kanker lambung. Di Amerika Serikat sekitar 80%-90% dari tumor ganas hati primer adalah hepatoma. Angka kejadian tumor ini di Amerika Serikat hanya sekitar 2% dari seluruh karsinoma yang ada. Sebaliknya di Afrika dan Asia hepatoma adalah karsinoma yang paling sering ditemukan dengan angka kejadian 100/100.000 populasi. Sekitar 80% dari kasus hepatoma di dunia berada di negara berkembang seperti Asia Timur dan Asia Tenggara serta Afrika Tengah yang diketahui sebagai wilayah dengan prevalensi tinggi hepatitis virus.1,4

Hepatoma jarang ditemukan pada usia muda, kecuali di wilayah yang endemic infeksi hepatitis B virus (HBV) serta banyak terjadi transmisi HBV perinatal. Umumnya di wilayah dengan kekerapan hepatoma tinggi, umur pasian hepatoma 10-20 tahun lebih muda daripada umur pasien hepatoma di wilayah dengan angka kekerapan hepatoma rendah. Di wilayah dengan angka kekerapan hepatoma tinggi, rasio kasus laki-laki dan perempuan dapat sampai 8:1. 1

 

III. ANATOMI DAN FISIOLOGI HEPAR

Ket:

1. Ligamentum coronarium

2. Lobus hepatis dextra

3. Vesica biliaris

4. Diafragma

5. Lobus hepatis sinistra

6. Ligamentum falciforme

 

Gambar 1. Hepar tampak anterior, dikutip dari kepustakaan nomor 7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ket:

1. Appendix fibrosa hepatis

2. Lobus caudatus

3. Lobus hepatis sinistra

4. Arteri hepatika propria

5. Ligamentum teres hepatis

6. Lobus quadrates

7. Vesica biliaris

8. Lobus hepatis dextra

9. Vena porta hepatis

10. Vena cava inferior

 

Gambar 2. Hepar tampak posterior, dikutip dari kepustakaan nomor7

 

 

Hati merupakan organ terbesar pada tubuh, menyumbang sekitar 2% berat tubuh total atau sekitar 1,5 kg pada rata-rata manusia dewasa. Hati menempati sebagian besar kuadran kanan atas abdomen dan merupakan pusat metabolism tubuh dengan fungsi yang sangat kompleks. Batas hati sejajar dengan ruang intercostalis V kanan dan batas bawah menyerong ke atas dari iga IX kanan ke iga VIII kiri. Permukaan posterior hati berbentuk cekung dan terdapat celah transversal sepanjang 5 cm dari system porta hepatis. Omentum minor terdapat mulai dari system porta yang mengandung arteri hepatika, vena porta, dan duktus koledokus. Sistem porta terletak di depan vena kava dan dibalik kandung empedu.1,8

Pasokan darah ke hati sangat kaya, 20-25% dari cairan darah ke hati berasal dari arteri hepatika, 75-80% dari vena porta. Pada hati normal, ratio oksigen arteri hepatik dan vena porta adalah 50%:50%, bila terjadi sirosis berubah menjadi 75%:25%. Pasokan darah hepar sebagian besar dari arteri hepatik, hanya darah untuk bagian tepi berasal dari vena porta.1

 

Ket:

1. Vena hepatika sinistra

2. Vena cava inferior

3. Pulmo dexter lobus inferior

4. Diafragma

5. Vena hepatika dextra

6. Vena hepatika intermedia

7. Dinding abdomen

31

4

5

6

7

2

(Edited by admin elearning - original submission Thursday, 14 March 2013, 02:46 PM)


Picture of ndaru  bintang ahmadan
Re: Hepatoma
by ndaru bintang ahmadan - Friday, 15 March 2013, 12:28 AM
 
bagaimana terapi dari hepatoma dari segi bedah ?
Picture of muhammad eko andaru
Re: Hepatoma
by muhammad eko andaru - Friday, 15 March 2013, 12:33 AM
 
Tahap tindakan pengobatan terbagi tiga, yaitu tindakan bedah hati digabung dengan tindakan radiologi, tindakan non-bedah dan tindakan transplantasi (pencangkokan) hati.

Tindakan Bedah Digabung dengan Tindakan Radiologi
Terapi yang paling ideal untuk kanker hati stadium dini adalah tindakan bedah yaitu reseksi bagian hati yang terkena kanker dan juga reseksi daerah sekitarnya. Pada prinsipnya ahli bedah akan membuang seluruh kanker dan tidak akan menyisakan jaringan kanker, karena jaringan yang tersisa akan tumbuh lagi menjadi kanker. Radiologi merupakan satu-satunya cara untuk menentukan batas jaringan kanker yaitu dengan pemeriksaan CT angiography yang dapat memperjelas batas kanker dan jaringan sehat. CT angiography sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum dioperasi karena dapat memberikan gambaran pembuluh darah sel kanker (pembuluh darah yang bertanggung jawab memberikan makanan). Kemudian dilakukan tindakan radiologi Trans Arterial Embolisasi (TAE) yaitu suatu tindakan memasukkan suatu zat yang dapat menyumbat pembuluh darah (feeding artery) tersebut sehingga menghambat suplai makanan ke sel-sel kanker, menyebabkan sel kanker mati.
Picture of heri purnomo
Re: Hepatoma
by heri purnomo - Friday, 15 March 2013, 02:59 PM
 
Faktor apakah yang mempengaruhi sehingga ada sekitar 75 % karsinoma hepatoseluler menjadi sirosis hepatis ?
Picture of Dr is Ikhsan hataul
Re: Hepatoma
by Dr is Ikhsan hataul - Sunday, 21 August 2016, 08:59 AM
 
Pada 60-80% dari Sirosis Hepatis (SH) makronoduler dan 3-10% dari Sirosis Hepatis mikronoduler dapat ditemukan adanya karsinoma hepatoseluler (HCC). Predilektor utama HCC pada SH adalah jenis kelamin, laki-laki, peningkatan alfa feto protein (AFP) serum, beratnya penyakit dan tingginya aktivitas proliferasi sel hati.