Picture of dr Zico Paradigma
PERBEDAAN PENGARUH ANTARA METHYLPREDNISOLONE INTRAVENA DAN PROGESTERON INTRAMUSKULER TERHADAP FUNGSI EREKSI SETELAH OPERASI TRANSURETHRAL RESECTION OF THE PROSTAT (TUR-P) PADA PASIEN BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA (BPH)
by dr Zico Paradigma - Wednesday, 27 September 2017, 03:29 AM
 
Fungsi ereksi merupakan faktor yang penting bagi semua pria pada kondisi seksual aktif, hal tersebut sekaligus bisa untuk menilai kualitas dari kehidupan sex dengan pasangannya. Dari hasil penelitian Asia Pacific Sexual Health and Overall Wellness (AP Show) pada tahun 2008 di 13 negara termasuk Indonesia menyebutkan bahwa terdapat korelasi antara kekerasan ereksi dan kualitas hidup. Semakin tinggi tingkat kekerasan ereksi, semakin tinggi pula kepuasan seksual dan akan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan (Goldstein et al 1998; Mulhall,2008).

Nama : Monica Yolanda Utami Putri,dr
Judul : Perbedaan pengaruh antara metil prednisolon intravena dan progesteron intramuskuler terhadap fungsi ereksi setelah operasi transurethral resection of the prostat (TUR-P) pada pasien benign prostat hyperplasia (BPH)

Pembimbing :
1. Setya Anton Tusarawardaya, dr, SpU
2. Dr. Untung Alifianto, dr, Sp.BS
3. Dr. Hari Wijoso, dr, SpF, MM

Penguji bedah :
1. Dr. Suharto Wijanarko, dr, Sp.U
2. Amru Sungkar, dr, SpB, SpBP-RE

Penguji Pasca:
1.Prof.Dr.Muchsin Doewes,dr,SU ,AIFO, MARS
2.Dr. Ida Bagus Budhi Surya Adnyana, dr, SpBKBD,MKes

Link Full Text:
https://mega.nz/#!j4VFXapK!R5X5NhNjIqzemMB0kzVmNBIMSoA5_k0Gkoo98lvO4fA

Website:
http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=222