Picture of dr Zico Paradigma
PERBANDINGAN EFEK PEMBERIAN FLUOROKUINOLON INJEKSI SELAMA 3 HARI DILANJUTKAN ORAL 4 HARI DENGAN INJEKSI 7 HARI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA OPERASI APENDISITIS KOMPLIKATA
by dr Zico Paradigma - Wednesday, 23 August 2017, 12:54 PM
 
Apendisitis komplikata mempunyai insidensi yang tinggi dengan angka morbiditas dan mortalitas yang besar apabila terlambat penangananya. Menurut South African Medical Journal tahun 2007, angka kejadian terjadinya perforasi pada apendisitis adalah 20-30% ( Joseph D, 2007). Dimana rata-rata 7% populasi dunia menderita apendisitis dalam hidupnya. Dari hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di Indonesia, insiden apendisitis di Indonesia menempati urutan tertinggi di antara kasus kegawatan abdomen lainya.(Sjamsuhidajat, 2010).
Dalam The American Journal of Emergency Medicine tahun 2000, apendiks yang mengalami perforasi terjadi pada laki-laki sebanyak 38% dan perempuan sebanyak 23,5%. (David A, 2000). Pembedahan  merupakan pilihan utama pada kasus tersebut. Lama penggunaan antibiotik masih menjadi kontroversi, beberapa penulis merekomendasikan pemakaian antibiotik selama 7-10 hari setelah tindakan operasi. Beberapa penulis merekomendasikan pemberian antibiotik sampai pasien sudah tidak panas dengan angka hitung lekosit darah normal. (Ali Akbar, 2016)

Link Full Text:
https://mega.nz/#!rhN0jA6b!OMMStqVnmrHKCcIemsolVCul_GRoWdK0mjfOXbwhKnE

Website:

http://bedahfkuns-elearning.com/learning-system/mod/forum/discuss.php?d=210